Karies gigi adalah kondisi saat muncul lubang pada gigi. Karies gigi disebabkan oleh bakteri.
Karies gigi dan kerusakan gigi merupakan masalah kesehatan paling umum di dunia. Apabila lubang tidak diatasi, lubang akan membesar dan mempengaruhi lapisan dalam gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit gigi parah, infeksi dan lepasnya gigi.
Seberapa umumkah karies gigi?
Karies gigi sangat umum terjadi dan umumnya menyerang anak-anak, remaja dan lansia. Karies gigi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Tanda-tanda & gejala
Apa saja tanda-tanda dan gejala karies gigi?
Ciri dan gejala karies gigi adalah:
Sakit gigi
Gigi sensitif
Nyeri ringan hingga tajam saat mengonsumsi makanan manis, panas, atau dingin
Lubang yang terlihat pada gigi
Noda berwarna cokelat, hitam, atau putih pada permukaan gigi
Nyeri saat Anda menggigit makanan.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Kapan saya harus periksa ke dokter?
Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
Demam
Sakit gigi parah
Mulut bau.
Penyebab
Apa penyebab karies gigi?
Karies gigi disebabkan oleh dua faktor utama: bakteri pada mulut dan kadar gula yang tinggi pada makanan. Memiliki bakteri pada mulut adalah hal yang wajar. Kombinasi bakteri, sisa makanan dan air liur adalah pembentuk plak. Semakin tinggi kadar gula pada makanan, semakin melengket plak. Seiringnya waktu, kerusakan gigi terbentuk saat bakteri pada plak dan tartar mengubah gula menjadi asam. Asam pada plak mengikis mineral pada enamel luar gigi yang keras. Erosi ini menyebabkan lubang-lubang kecil pada enamel gigi.
Faktor-faktor risiko
Apa yang meningkatkan risiko saya untuk karies gigi?
Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami karies gigi, yaitu:
Perawatan gigi yang buruk. Apabila Anda tidak menyikat atau membersihkan dengan benang gigi setiap hari untuk mengangkat plak.
Karbohidrat tertentu, seperti minuman buah, soda, pencuci mulut, permen dan kue menyebabkan karies gigi.
Makanan dan minuman asam meningkatkan risiko karies gigi, seperti lemon, soda, minuman energi dan jus buah.
Asam lambung. Hal ini menyebabkan asam lambung naik dan terkena dengan gigi, yang dapat menyebabkan karies gigi.
Tidak cukup fluor. Fluor, zat alami yang mengandung mineral, membantu mencegah lubang dan dapat memperbaiki kerusakan gigi tahap awal.
Terlalu sedikit air liur pada mulut. Air liur membantu membersihkan sisa-sisa makanan dari gigi dan mengurangi bakteri pada mulut yang menyebabkan pembusukan.
SUMBER : https://hellosehat.com/penyakit/karies-gigi/
Selain mengarah kepada sejumlah masalah kesehatan fisik, obesitas juga bisa menyebabkan masalah psikologis, seperti stres, dan depresi. Masalah psikologis ini timbul karena biasanya berawal dari rasa tidak percaya diri penderita obesitas yang mengalami perubahan bentuk badan.
Jika hasil akhir penghitungan IMT Anda kurang dari 18,5 maka Anda dianggap kekurangan berat badan. Sebaliknya, jika hasilnya lebih dari 24,9 maka Anda dianggap kelebihan berat badan. Seseorang dinyatakan mengalami obesitas jika memiliki hasil perhitungan IMT di antara 30-39,9. Selanjutnya, seseorang dianggap mengalami obesitas ekstrem jika hasil akhir BMI di atas 40.
Penyebab obesitas
Obesitas dapat terjadi ketika kita sering mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Sebenarnya mengonsumsi makanan berkalori tinggi tidak selalu menjadi masalah asalkan sesuai dengan aktivitas yang dilakukan tiap harinya. Namun, jika kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan tidak diimbangi oleh aktif berolahraga, maka sisa energi dari hasil pembakaran kalori tersebut akan disimpan di tubuh dalam bentuk lemak. Lambat laun, penumpukan lemak tersebut akan bertambah dan membuat tubuh terlihat membesar alias gemuk.
Selain akibat makanan tinggi kalori dan kurangnya melakukan olahraga, obesitas juga bisa terjadi karena:
Faktor keturunan (genetik)
Efek samping obat-obatan (antidepresan, obat antiepilepsi, kortikosteroid, dan diabetes)
Komplikasi dari penyakit tertentu (sindrom Cushing dan hipotiroidisme)
Obesitas di Indonesia
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada tahun 2008, sekitar 4,8 persen dari total penduduk Indonesia mengalami obesitas. Diperkirakan, kondisi ini dialami oleh 6,9 persen pria dan 2,6 persen wanita dari seluruh jumlah penduduk.
Pengobatan obesitas
Obesitas dapat ditangani sendiri dengan disiplin menerapkan pola makan sehat, seperti mengonsumsi makanan rendah lemak dan gula, serta berolahraga secara teratur. Olahraga yang dimaksud tidak perlu berat karena aktivitas berjalan pagi, bersepeda, bermain bulu tangkis, atau berenang sudah cukup, asalkan dilakukan secara rutin. Dianjurkan untuk melakukan olahraga 2,5-5 jam tiap minggu.
Penanganan dari dokter dapat diberikan jika obesitas tidak berhasil diatasi meskipun sudah disiplin dalam berolahraga dan menerapkan pola makan sehat. Contoh penanganan dari dokter adalah pemberian obat yang dapat menurunkan penyerapan lemak di dalam saluran pencernaan.
Pada beberapa kasus, obesitas akan ditangani dengan operasi. Operasi biasanya hanya dilakukan jika tingkatan obesitas dinilai sangat parah sehingga dikhawatirkan dapat mengancam nyawa penderita. Tindakan operasi juga dipertimbangkan jika usaha-usaha menurunkan berat badan yang sudah dilakukan selama beberapa waktu tetap tidak membuahkan hasil.
Perlu diingat bahwa penurunan berat badan yang dilakukan dengan usaha sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena itu dibutuhkan kesabaran demi mencapai hasil yang diinginkan dan komitmen untuk mempertahankannya dalam jangka panjang.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Untuk kegunaan lain dari Hati, lihat Hati (disambiguasi).
Hati
Hati manusia
Gambar organ dalam manusia, hati (bahasa Inggris: liver) terletak di tengah.
Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan sel non-parenkimal.[2] Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati. Sebanyak 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal. Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi oleh jaringan mesenkimal secara terus-menerus pada saat embrio hingga berkembang menjadi sel parenkimal.[3] Selama masa tersebut, terjadi peningkatan transkripsimRNAalbumin sebagai stimulan proliferasi dan diferensiasi sel endodermal menjadi hepatosit.[4]
Lumen lobus terbentuk dari SEC dan ditempati oleh 3 jenis sel lain, seperti sel Kupffer, sel Ito, limfosit intrahepatik seperti sel pit. Sel non-parenkimal menempati sekitar 6,5% volume hati dan memproduksi berbagai substansi yang mengendalikan banyak fungsi hepatosit.
Filtrasi merupakan salah satu fungsi lumen lobus sinusoidal yang memisahkan permukaan hepatosit dari darah, SEC memiliki kapasitas endositosis yang sangat besar dengan berbagai ligan seperti glikoprotein, kompleks imun, transferin dan seruloplasmin. SEC juga berfungsi sebagai sel presenter antigen yang menyediakan ekspresiMHC I dan MHC II bagi sel T. Sekresi yang terjadi meliputi berbagai sitokina, eikosanoid seperti prostanoid dan leukotriena, endotelin-1, nitrogen monoksida dan beberapa komponen ECM.
Sel Ito berada pada jaringan perisinusoidal, merupakan sel dengan banyak vesikellemak di dalam sitoplasma yang mengikat SEC sangat kuat hingga memberikan lapisan ganda pada lumen lobus sinusoidal. Saat hati berada pada kondisi normal, sel Ito menyimpan vitamin A guna mengendalikan kelenturan matriks ekstraselular yang dibentuk dengan SEC, yang juga merupakan kelenturan dari lumen sinusoid.
Sel Kupffer berada pada jaringan intrasinusoidal, merupakan makrofaga dengan kemampuan endositik dan fagositik yang mencengangkan. Sel Kupffer sehari-hari berinteraksi dengan material yang berasal saluran pencernaan yang mengandung larutan bakterial, dan mencegah aktivasi efek toksin senyawa tersebut ke dalam hati. Paparan larutan bakterial yang tinggi, terutama paparan LPS, membuat sel Kupffer melakukan sekresi berbagai sitokina yang memicu proses peradangan dan dapat mengakibatkan cedera pada hati. Sekresi antara lain meliputi spesi oksigen reaktif, eikosanoid, nitrogen monoksida, karbon monoksida, TNF-α, IL-10, sebagai respon sistem imun bawaan dalam fase infeksi primer.
Sel pit merupakan limfosit dengan granula besar, seperti sel NK yang bermukim di hati. Sel pit dapat menginduksi kematian seketika pada sel tumor tanpa bergantung pada ekspresiantigen pada kompleks histokompatibilitas utama. Aktivitas sel pit dapat ditingkatkan dengan stimulasi interferon.
2. Kantung Empedu
Kantung empedu atau kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. Pada manusia, panjang kantung empedu adalah sekitar 7-10 cm dan berwarna hijau gelap - bukan karena warna jaringannya, melainkan karena warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.
3. Pankreas
Pankreas adalah organ aksesoris pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzimpencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan beberapa hormon atau fungsi endokrin. Pankreas terletak pada kuadran kiri atas abdomen atau perut [1] dan bagian kaput/kepalanya menempel pada organ duodenum. Produk enzim akan disalurkan dari pankreas ke duodenum melalui saluran pankreas utama.
Beberapa fungsi dari pankreas adalah:
Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glukagon, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.
SUMBER : https://zahzahranii.blogspot.com/2017/10/organ-pencernaan-tambahan.html
Ini organ yang bertanggung jawab untuk memulai pencernaan adalah mulut. Selama berada di mulut, gigi mengunyah makanan menjadi potongan kecil, yang dicampur dengan air liur yang dikeluarkan oleh kelenjar ludah. Air liur mengandung enzim amilase dan lainnya yang bersama-sama melakukan pencernaan makanan secara parsial.
Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya
A. Rongga Mulut (Cavum Oris)
Pada rongga mulut makanan mulai dicerna secara mekanik dan kimiawi. Adapun alat kelenjar di dalam rongga mulut adalah gigi, lidah, dan kelenjar ludah. 1) Gigi (dentes) Pada manusia gigi pertama kali tumbuh pada usia 6 bulan yang disebut gigi susu (dens lakteus) dan disusul dengan gigi sulung (dens desidui). Gigi berfungsi untuk mencerna makanan secara mekanis dan untuk membantu berbicara.
Gigi manusia tertanam pada rahang dan terlindung oleh gusi. Adapun bagian-bagian gigi sebagai berikut: a) Mahkota gigi (korona), bagian yang nampak dari luar. b) Leher gigi (kolum), bagian yang terlindung gusi. c) Akar gigi (radiks), bagian yang tertanam di dalam rahang. Apabila gigi disayat memanjang akan terlihat bagian-bagian berikut: a) Email, bagian terluar dan terkeras b) Tulang gigi, tersusun atas zat dentin, dan saraf pembuluh darah (pulpa), serabut saraf, dan pembuluh darah. c) Semen, pelapis tulang gigi yang masuk ke dalam rahang. Secara umum dari bentuk dan letaknya, gigi dibedakan menjadi empat macam, yaitu gigi seri, (dens insivus), I, gigi taring (dens caninus) = C, gigi geraham de[an (pre molare) = P, dan gigi geraham belakang (molare) = M 2) Lidah (lingua) Lidah tersusun atas otot serat lintang dengan permukaan tidak rata dan terdapat tonjolan (papila pengecap).
Fungsi lidah yaitu: a) Membantu mengaduk makanan didalam rongga mulut b) Membantu membersihkan mulut c) Membantu bersuara d) Membantu mendorong makanan pada waktu penelanan, dan e) Sebagai indera pengecap 3) Kelenjar ludah (glandula saliva)
Di dalam rongga mulut terdapat tiga pasang kelenjar ludah. a) Glandula parotis, berbentuk air yang terdapat dibawah telinga. b) Glandula submasilaris, berbentuk air dan lendir yang terdapat pada rahang bawah. c) Glandula sublingualis, berbentuk air dan lendir yang terdapat di bawah lidah.
Kelenjar ludah berfungsi untuk: a) Memudahkan penelanan dan pencernaan makanan (melarutkan makanan) b) Mencernakan makanan secara kimiawi c) Melindungi selaput rongga mulut dari panas, dingin, asam, dan basa. Air ludah mengandung enzim ptialin yang berfungsi untuk mencegah amilum menjadi maltosa, dan bekerja pada lingkungan netral (pH7).
Dalam tubuh manusia, mulut (rongga mulut) adalah organ khusus untuk menerima makanan dan memecah massa organik besar. Di mulut, makanan diubah secara mekanis dengan menggigit dan mengunyah. Manusia memiliki empat jenis gigi: gigi seri adalah gigi berbentuk pahat di depan mulut untuk menggigit, gigi taring yang menunjukkan gigi untuk merobek, dan gigi graham untuk menggiling menghancurkan makanan.
Di mulut, makanan dibasahi oleh air liur, cairan lengket yang mengikat partikel makanan bersama-sama menjadi massa lembut. Tiga pasang kelenjar ludah-kelenjar parotis, kelenjar submaxillary, dan kelenjar sublingual -mensekresi air liur ke dalam mulut. Air liur mengandung enzim yang disebut amilase, yang mencerna molekul pati menjadi molekul yang lebih kecil dari maltosa disakarida.
Selama mengunyah, lidah menggerakan makanan dan dan memanipulasi itu menjadi massa disebut bolus. Bolus didorong kembali ke dalam faring (tenggorokan) dan dipaksa melalui pembukaan ke kerongkongan.
Faring
Bagian atas pada kerongkongan disebut tekak (faring) yang merupakan pertemuan antara saluran pernapasan di depan (nasofaring) dan saluran pencernaan di belakang (orofaring) yang ditutup oleh epiglotis. Juga dikenal sebagai tenggorokan, faring adalah sebagian kecil dari sistem pencernaan yang terletak antara mulut dan kerongkongan (di belakang hidung). Dari mulut, makanan dicerna saat didorong, tertelan dan pindah ke kerongkongan melalui faring.
Esofagus
Makanan dari faring dilewatkan melalui kerongkongan dan kemudian ke perut dengan gerakan peristaltik (kontraksi berirama lambat dan relaksasi otot-otot kerongkongan). Pada ujung distal esofagus, terletak lower esophageal sphincter (LES) yang mencegah makanan dari lambung kembali ke kerongkongan.
Kerongkongan adalah tabung berotot berdinding tebal terletak di belakang tenggorokan yang memanjang melalui leher dan dada ke perut. Ini bolus makanan bergerak melalui kerongkongan dengan gerakan peristaltik: serangkaian kontraksi ritmis otot yang mendorong bolus bersama. Kontraksi dibantu oleh tarikan gravitasi.
Lambung
Kerongkongan bergabung dengan lambung pada titik tepat di bawah diafragma. Sebuah katup seperti cincin otot yang disebut sphincter jantung mengelilingi pembukaan ke perut. Sphincter rileks saat bolus melewati dan kemudian dengan cepat menutup.
lambung merupakan kantong kantong yang dapat membesar terletak tinggi di rongga perut. Lapisan kontraksi otot lambung pada bolus makanan dengan cairan lambung untuk membentuk cairan pekat yang disebut chyme.
Partikel makanan dicerna sebagian dari kerongkongan diterima oleh lambung, di mana mereka disimpan dan dicerna. Lambung mensekresi asam cairan pencernaan (sekitar 2,8 liter per hari) untuk bahan kimia yang memecah partikel makanan. Otot-otot tebal perut juga mengaduk makanan yang tepat untuk memungkinkan pencampuran dengan cairan pencernaan.
Perut menyimpan makanan dan mempersiapkan untuk pencernaan lebih lanjut. Selain itu, perut berperan dalam pencernaan protein. Kelenjar lambung disebut sel utama mensekresikan pepsinogen. Pepsinogen diubah menjadi enzim pepsin dengan adanya asam klorida. Asam klorida disekresikan oleh sel parietal di lapisan perut. Pepsin kemudian mencerna protein besar menjadi protein yang lebih kecil yang disebut peptida. Untuk melindungi lapisan perut dari asam, ketiga jenis sel mengeluarkan lendir yang melapisi rongga perut. Kelebihan asam karena kegagalan lendir dapat menyebabkan maag.
Usus Halus
Setelah makanan dicampur dan dicerna dalam perut, itu dipindahkan ke usus kecil (sekitar 20 meter) untuk pencernaan lebih lanjut. Terdiri duodenum, jejunum, dan ileum, usus kecil adalah bagian dari sistem pencernaan yang menyerap nutrisi dari makanan yang dicerna. Enzim-enzim pencernaan disekresi oleh lapisan usus kecil bersama dengan empedu (diproduksi oleh hati) dan enzim pankreas sepenuhnya membantu pencernaan lebih lanjut makanan.
Ini campuran pekat yang disebut chyme menyembur dari perut melalui sfingter ke dalam usus kecil. Usus halus orang dewasa dengan panjang sekitar 23 kaki dan dibagi menjadi tiga bagian: pertama 10 sampai 12 inci membentuk duodenum, 10 meter berikutnya membentuk jejunum, dan terakhir 12 meter membentuk ileum. Permukaan dalam usus kecil berisi banyak proyeksi seperti jari yang disebut vili. Setiap villus memiliki proyeksi sel yang disebut mikrovili untuk meningkatkan luas permukaan.
Kebanyakan pencernaan kimia terjadi di duodenum. Di wilayah ini, enzim mencerna nutrisi ke dalam bentuk yang lebih sederhana yang dapat diserap. Enzim usus yang dilengkapi oleh enzim dari pankreas, besar, organ kelenjar tergeletak di dekat perut. Selain itu, empedu memasuki usus kecil dari kandung empedu untuk membantu pencernaan lemak.
Enzim pencernaan berfungsi dalam pencernaan karbohidrat termasuk amilase (untuk tepung), maltase (untuk maltosa), sukrase (untuk sukrosa) dan laktase (untuk laktosa). Untuk lemak, enzim yang utama adalah lipase. Sebelum enzim ini dapat bertindak, butiran besar lemak harus dipecah menjadi tetesan kecil dengan empedu. Empedu merupakan campuran garam, pigmen, dan kolesterol yang diproduksi oleh hati dan disimpan dalam kantung empedu, struktur seperti kantong di bawah hati.
Pencernaan protein dilakukan dengan beberapa enzim, termasuk dua enzim-enzim pankreas: tripsin dan kimotripsin. Peptida yang rusak menjadi peptida yang lebih kecil, dan peptidase mengurangi enzim untuk asam amino. Nuclease asam nukleat mencerna menjadi nukleotida di usus kecil juga.
Sebagian besar penyerapan di usus kecil terjadi dalam jejunum. Produk pencernaan memasuki sel dari vili, bergerak melintasi sel, lalu masukkan pembuluh darah yang disebut kapiler. Difusi menyumbang pergerakan banyak nutrisi, tapi transportasi aktif bertanggung jawab untuk pergerakan glukosa dan asam amino. Produk melewati pencernaan lemak sebagai tetesan kecil lemak menjadi lakteal, yang merupakan cabang dari sistem limfatik.
Penyerapan selesai di bagian akhir dari usus kecil, ileum. Zat yang belum dicerna atau diserap kemudian masuk ke dalam usus besar.
Hati Dan Pankreas
Hati adalah organ vital yang mengeluarkan air empedu untuk pencernaan lemak. Empedu dari hati disimpan dalam kantong empedu (struktur seperti kantung kecil) dan kemudian dilepaskan ke usus kecil. Demikian juga, pankreas juga merupakan organ terkait pencernaan yang menghasilkan campuran enzim untuk pencernaan karbohidrat, lemak dan protein.
Hati memiliki fungsi penting dalam pengolahan produk-produk dari pencernaan manusia. Sebagai contoh, sel-sel hati menghilangkan kelebihan glukosa dari aliran darah dan mengubah glukosa menjadi polimer yang disebut glikogen untuk disimpan.
Hati juga berfungsi dalam metabolisme asam amino. Dalam proses yang disebut deaminasi, itu mengkonversi beberapa asam amino menjadi senyawa yang dapat digunakan dalam metabolisme energi. Dengan demikian, hati menghilangkan gugus amino dari asam amino dan menggunakan kelompok amino untuk memproduksi urea. Urea dikeluarkan dari tubuh dalam urin. Lemak diproses menjadi dua-unit karbon yang dapat memasuki siklus Krebs untuk metabolisme energi. Hati juga menyimpan vitamin dan mineral, bentuk banyak protein darah, mensintesis kolesterol, dan menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak.
Usus Besar
Usus kecil bergabung dengan usus besar pada perut bagian kanan bawah tubuh. Kedua organ bertemu di kantung buta disebut sekum dan proses seperti jari kecil yang disebut usus buntu. Ahli biologi evolusi percaya sekum dan usus buntu merupakan sisa-sisa organ yang lebih besar yang mungkin telah fungsional dalam nenek moyang manusia.
Usus besar (sekitar 5 meter) terdiri dari bagian yang berbeda – sekum, usus besar, usus buntu dan rektum. Makanan dari usus kecil melewati bagian sekum, dimana air dan elektrolit yang diserap. Sisa makanan yang tidak tercerna (atau limbah) ditransfer ke kolon asendens dulu, lalu ke usus besar arah melintang dan kolon sigmoid. Limbah dari kolon sigmoid dipindahkan ke rektum, di mana disimpan sampai saat buang air besar. Akhirnya, limbah dilewatkan sebagai tinja melalui anus.
Usus besar juga dikenal sebagai kolon. Ini dibagi menjadi asending, transversal dan bagian Desending, masing-masing sekitar satu kaki panjangnya. Fungsi utama usus besar adalah untuk menyerap air dan untuk menyimpan, mengolah, dan menghilangkan residu berikut pencernaan dan penyerapan. Masalah usus yang tersisa setelah air telah direklamasi dikenal sebagai tinja. Tinja terdiri dari makanan non dicerna (seperti selulosa), miliaran bakteri kebanyakan tidak berbahaya, pigmen empedu, dan bahan lainnya. Kotoran disimpan dalam rektum dan dikeluarkan melalui anus untuk menyelesaikan proses pencernaan.
SUMBER : https://www.sridianti.com/fungsi-organ-sistem-pencernaan-manusia.html
Nutrisi atau gizi adalah zat yang dibutuhkan makhluk hidup sebagai sumber energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan keberlangsungan fungsi pada setiap jaringan dan organ tubuh secara normal. Karbohidrat, protein dan lemak merupakan sumber energi tubuhmu, sehingga dalam kehidupan sehari-hari tubuhmu memerlukan ketiga macam nutrisi ini dalam jumlah yang besar.
Vitamin, garam mineral dan air merupakan bahan yang diperlukan untuk aktivitas tubuh, namun tidak menghasilkan energi. Vitamin dan mineral diperlukan dalam jumlah yang relatif sedikit, sedangkan air diperlukan dalam jumlah yang banyak.
Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber utama energi bagi tubuhmu. Sumber karbohidrat antara lain beras, jagung, gandum, kentang, ubi-ubian, buah-buahan, dan madu.Satu gram karbohidrat menghasilkan 4,0 – 4,1 kilokalori (kkal). Tiga jenis karbohidrat adalah gula, pati, dan serat. Gula disebut karbohidrat sederhana. Contoh makanan yang mengandung gula antara lain buah-buahan, madu, dan susu.
Dua jenis karbohidrat lainnya, yaitu pati dan serat disebut karbohidrat kompleks. Pati ditemukan dalam kentang dan makanan yang terbuat dari biji-bijian. Serat, seperti selulosa ditemukan di dinding sel tumbuhan. Makanan seperti roti gandum atau sereal, kacang-kacangan, kacang polong, sayuran, dan buah-buahan lainnya merupakan sumber serat yang baik. Serat tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan makanan manusia, sehingga dikeluarkan sebagai feses. Dengan demikian, serat bukan merupakan sumber energi bagi tubuh manusia.
Lemak
Lemak atau lipid diperlukan tubuh karena berfungsi menyediakan energi sebesar 9 kilokalori/gram; melarutkan vitamin A, D, E, K dan dapat menyediakan asam lemak esensial bagi tubuh manusia. Selama proses pencernaan, lemak dipecah menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu asam lemak dan gliserol.
Lemak merupakan unit penyimpanan yang baik untuk energi. Kelebihan energi dari makanan yang kamu makan diubah menjadi lemak dan disimpan untuk digunakan dilain waktu. Berdasarkan struktur kimianya, lemak dibedakan menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh.
Lemak tak jenuh biasanya cair pada suhu kamar. Minyak nabati dan lemak yang ditemukan dalam biji merupakan contoh dari lemak tak jenuh.
Lemak jenuh biasanya padat pada suhu kamar dan ditemukan dalam daging, susu, keju, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
Protein
Protein dibutuhkan sebagai penghasil energi. Protein juga berfungsi untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak, pembuat enzim dan hormon, serta pembentuk antibodi. Protein merupakan molekul besar yang terdiri atas sejumlah asam amino. Asam amino terdiri atas karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan kadang-kadang ada belerang. Protein yang kamu makan dapat berasal dari hewan (protein hewani) dan tumbuhan (protein nabati).
Bahan makanan yang mengandung protein hewani antara lain daging, ikan, telur, susu, dan keju.
Bahan makanan yang mengandung protein nabati adalah kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang-kacangan lainnya. Kacang kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu merupakan salah satu sumber protein terbaik.
Vitamin
Walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun harus tetap ada, karena diperlukan untuk mengatur fungsi tubuh dan mencegah beberapa penyakit. Vitamin dikelompokkan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Khusus vitamin D dapat terbentuk ketika kulit terkena sinar matahari, karena di dalam tubuh ada pro vitamin D.
Mineral
Mineral berfungsi untuk proses pembangunan sel, membantu reaksi kimia tubuh, mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, serta pembentukan dan pemeliharaan tulang. Beberapa mineral dibutuhkan tubuhmu dalam jumlah yang sangat sedikit, meskipun sebagian yang lain cukup banyak.
Air
Air penting bagi tubuh kamu untuk menjaga kelangsungan hidup. Kamu lebih dapat menahan lapar daripada menahan haus. Mengapa? Karena sel-sel tubuh kamu membutuhkan air untuk beraktivitas. Di samping itu, nutrisi yang masuk ke tubuh kamu tidak dapat digunakan oleh sel-sel tubuhmu bila tidak terlarut dalam air.
Air dibutuhkan oleh tubuh sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan, pelumas dan bantalan, media transportasi, serta media pengeluaran sisa metabolisme.
SUMBER :http://rangkuman-ipa.blogspot.com/2014/11/macam-macam-nutrisi-dan-fungsinya-bagi.html
Manusia dalam melakukan kegiatan/aktivitas setiap hari membutuhkan energi, baik untuk bergerak maupun untuk bekerja.
Kemampuan tubuh manusia untuk melangsungkan kegiatannya dipengaruhi oleh struktur fisiknya. Tubuh manusia terdiri dari struktur tulang, otot, syaraf, dan proses metabolisme. Rangkah tubuh manusia disusun dari 206 tulang yang berfungsi untuk melindungi dan melaksanakan kegiatan fisiknya, dimana tulang-tulang tersebut dihubungkan dengan sendi-sendi otot yang dapat berkontraksi. Otot-otot ini berfungsi mengubah energi kimia menjadi energi mekanik, dimana kegiatannya dikontrol oleh sistem syaraf sehingga dapat bekerja secara optimal.
Hasil dari proses metabolisme yang terjadi di otot, berupa kumpulan proses kimia yang mengubah bahan makanan menjadi dua bentuk, yaitu energi mekanik dan energi panas. Proses dari pengubahan makanan dan air menjadi bentuk energi.
Adapun penjelasan sebagai berikut:
Bahan makanan yang diproses pada sistem pencernaan yang meliputi Lambung diruai/dihaluskan menjadi seperti bubur,kemudian masuk ke usus halus untuk diserap bahan-bahan makanan tersebut yang selanjutnya masuk ke sistem peredaran darah, menuju ke sistem otot.
Begitu juga dengan udara yang dihirup melalui hidung akan masuk ke paru-paru/sistem pernafasan, dimana zat oksigen yang turut masuk ke paru-paru selanjutnya oleh paru-paru dikirim ke sistem peredaran darah. Selain itu paru-paru berfungsi juga untuk mengambil karbon dioksida dari sistem peredaran darah untuk dikeluarkan dari dalam tubuh. Selanjutnya oksigen yang telah berada di sistem peredaran darah dikirimkan ke sistem otot, yang akan bertemu dengan zat gizi untuk beroksidasi menghasilkan energi.
Selain menghasil energi, proses ini menghasilkan juga asam laktat yang dapat menghambat proses metabolisme pembentukan energi selanjutnya. Selama kebutuhan oksigen terpenuhi proses metabolisme, oksigen sisa yang ada di dalam darah digunakan untuk menguraikan asam laktat menjadi glikogen untuk digunakan kembali menghasilkan energi kembali.
Kemudian bila dilihat dari proses tempat terjadinya pembentukan energi pada tubuh manusia, maka perlu dijelaskan mekanisme pada tingkat sel. Hal ini dipandang perlu, agar konsep pembentukan energi tenaga dalam yang akan diterangkan pada edisi berikutnya dapat dipahami dengan baik.
Bila ditinjau pada tingkat sel, tubuh manusia disusun dari 100 triliun sel dan mempunyai sifat dasar tertentu yang sama. Setiap sel digabung oleh struktur penyokong intrasel, dan secara khbusus beradaptasi untuk melakukan fungsi tertentu. Dari total sel yang ada tersebut, 25 triliun sel merupakan sel darah merah yang mempunyai fungsi sebagai alat tranportasi bahan makanan dan oksigen di dalam tubuh dan membawa karbon dioksida menuju paru-paru untuk dikeluarkan.
Disamping itu, hampir semua sel juga mempunyai kemampuan untuk berkembang biak,
walaupun sel-sel tertentu rusak karena suatu sebab, sel-sel yang tersisa dari jenisnya akan membelah diri secara kontinyusampai jumlah yang sesuai/membentuk seperti semula. Semua sel menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energi, dimana mekanisme umum perubahan zat gizi menjadi energi di semua sel pada dasarnya sama.
Bahan makanan yang berupa karbohidrat, lemak, dan protein yang dioksidasi akan menghasilkan energi. Energi dari
karbohidrat, lemak, dan protein semuanya digunakan untuk membentuk sejumlah besar Adenosine TriPosphate (ATP), dan selanjutnya ATP tersebut digunakan sebagai sumber energi bagi banyak fungsi sel. Bila ATP di urai secara kimia sehingga menjadi Adenosine DiPosphate (ADP) akan menghasilkan energi sebesar 8 kkal/mol, dan cukup untuk berlangsungnya hampir semau langkah reaksi kimia dalam tubuh. Beberapa reaksi kimia yang memerlukan energi ATP hanya menggunakan beberapa ratus kalori dari 8 kkal yang tersedia, sehingga sisa energi ini hilang dalam bentuk panas. Beberapa fungsi utama ATP sebagai sumber energi adalah untuk mensintesis komponen sel yang penting, kontraksi otot, dan transport aktif untuk melintasi membran sel.
Bila dilihat secara persentase, energi yang menjadi panas sebesar 60% selama pembentukan ATP, kemudian lebih banyak lagi energi yang menjadi panas sewaktu dipindahkan dari ATP ke sistem fungsional sel. Sehingga hanya 25% dari seluruh energi dari makanan yang digunakan oleh sistem fungsional sel.
Dan walaupun demikian, sebagian besar energi ini juga menjadi panas karena:
• Energi untuk sistesis protein dan unsur-unsur pertumbuhan lain. Bila protein disintesis menyebabkan banyak ATP digunakanuntuk membentuk ikatan peptida dan ia menyimpan energi dalam rantai ini, terdapat pertukaran protein secara terus-menerus, sebagian didegradasi dan sementara protein lainnya dibentuk. Energi yang disimpan dalam ikatan peptida dikeluarkan dalam bentuk panas ke dalam tubuh.
• Energi untuk aktivitas otot. Sebagian besar energi ini dengan mudah melawan viskositas otot itu sendiri atau jaringan
sekelilingnya sehingga anggota badan dapat bergerak. Pergerakan liat ini menyebabkan gesekan dalam jaringan akan
menimbulkan panas.
• Energi untuk jantung memompa darah. Darah merenggangkan sistem arteri sehingga menyebabkan resevoar energi potensial.
Pada saat darah mengalir melalui pembuluh darah kapiler, gesekan dari lapisan darah yang mengalir satu sama lain terhadap dinding pembuluh mengubah energi ini menjadi panas.
Oleh karena itu, dapat dikatakan semua energi yang digunakan oleh tubuh diubah menjadi panas, kecuali di otot yang digunakan untuk melakukan beberapa bentuk kerja di luar tubuh.
SUMBER : https://rivokempoel.wordpress.com/2010/04/01/sumber-energi-tubuh-manusia/